Get Stories: http://mawarberduri99.blogspot.com

Sunday, February 5, 2017

LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN

LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sambil bercengkerama di atas rumput di lapangan di depan mesjid, beberapa orang jamaah memperhatikan layang-layang yang berwarna-warni terbang ke angkasa berlatar belakang langit biru lazuardi. Dari jauh terlihat Mat Kacong mendekati mereka. Mereka menyambut Mat Kacong dengan gembira.

Setelah semua duduk beralaskan rumput hijau, mereka berbicara tentang perbaikan taman di depan mesjid Agung yang besar itu. Mat Kacong hanya mendengarkan percakapan mereka, maklumlah, ia hanya jamaah tamu yang beberapa minggu sekali datang berjamaah di mesjid itu.

Setelah bahan pembicaraan mereka habis, tiba-tiba seorang anak muda mengalihkan perhatian kepada rumput yang ada di lapangan itu, katanya, “Rumput-rumput di lapangan ini sejak dulu hanya begini-begini saja.”

“Maksudmu?” tanya seseorang.

“Tampaknya selalu biasa-biasa saja, tidak memperlihatkan sesuatu yang baru.”

“Huh, kamu ini sering membicarakan hal-hal yang kurang ada artinya,” sergah yang lain lagi. “Masak soal rumput masih sempat menarik perhatian dan diperhatikan. Itu mubazir.”

“Bagaimana perdebatan ini pak Mat?” tanya seseorang kepada Mat Kacong. Yang ditanya hanya tersenyum penuh arti.

“Bagaimana pak Mat Kacong menengahi persoalan ini?”

Mat Kacong masih tersenyum. Lalu memejamkan mata. Kemudian baru bicara, “Kalau kita mengakrabi rumput-rumput yang kita
... baca selengkapnya di LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sunday, January 29, 2017

Sifat Kepiting

Sifat Kepiting Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.

Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan

ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.

Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun? dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

<
... baca selengkapnya di Sifat Kepiting Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, January 12, 2017

Sahabat Yang Pertama

Sahabat Yang Pertama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jonathan, anak cowok baru. Tubuhnya tinggi, kulitnya putih, dan wajahnya tampan. Selain penampilannya yang keren, dia Juga berotak cerdas. Benar-benar cowok sempurna. Tak heran bila dia menjadi idola banyak teman cewek di sekolah.

Jonathan memang segalanya, tapi sayang dia cenderung pendiam. Kalau bicara hanya seperlunya saja. Ia tidak suka bergaul atau berkumpul dengan teman-teman cowok yang lainnya. Ia Juga tidak pernah mengikuti kegiatan yang diadakan di sekolah. Oleh karena itu, dia tidak mempunyai teman atau pun sahabat dekat di sekolah.

Jonathan datang ke sekolah hanya untuk belajar. Pulang sekolah dia langsung kabur entah kemana. Saat istirahat, dia hanya duduk di dalam kelas sambil membaca buku. Tidak ada istilah nongkrong di kantin sambil ngobrol dengan sesama teman. Palingan dia nongkrong di perpustakaan. Menurutku, orang yang tidak gaul seperti dia mestinya hidup di hutan saja…

Selama ini Jonathan memang selalu menjadi Juara pertama di kelas. Namun sayang, kepintarannya itu sepertinya membuat dia Jadi sombong dan suka meremehkan orang lain. Karena sikapnya itu, aku merasa tertantang untuk mengalahkannya.

Akhirnya, kesempatan itu datang keti
... baca selengkapnya di Sahabat Yang Pertama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, January 5, 2017

ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan Pikiran

ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan Pikiran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dua hari berturut-turut saya mendapat klien yang “unik”. Pertama seorang murid SD kelas 2 yang sangat aktif. Kemarin, seorang murid SMP kelas 3 dari Malang yang juga punya history pernah sangat aktif waktu kecil. Kedua klien ini mendapat “diagnosa” ADD/ADHD.

Saat melakukan intake interview saya menemukan jawaban yang memvalidasi “kecurigaan” saya selama ini terhadap penyebab ADD/ADHD dari sudut ilmu pikiran. Hasil intake interview ini saya bandingkan dengan intake interview yang saya lakukan terhadap lebih dari 20 orang klien dengan diagnosa yang sama, ADD/ADHD. Hasilnya? Konsisten.

Dari apa yang saya pelajari sejauh ini ada 2 penyebab ADD/ADHD: 1. Masalah pada otak (fisik/hardware) 2. Masalah pada pikiran (software)

Masalah Pada Otak

Dari berbagai riset mengenai otak, didapatkan hasil yang menarik yaitu bahwa otak kiri dan kanan penderita ADD/ADHD bekerja dengan “kecepatan” yang berbeda. Dulu saya bingung dengan pernyataan ini. Namun setelah mendalami Brain Wave 1 di Lugano, Swiss, dibawah bimbingan langsung Prof. Sean Adams, penemu BW 1, akhirnya saya memahaminya.

Memang benar, bila kita mengukur pola gelombang otak penderita ADD/ADHD maka terlihat sangat jelas bahwa otak kanan jauh lebih aktif daripada otak kiri. Nah, berangkat dar
... baca selengkapnya di ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan Pikiran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wednesday, January 4, 2017

Lorong Gelap

Lorong Gelap Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang lelaki berjalan menyusuri deretan pertokoan di tepi jalan. Tampaknya ia berusia sekitar 25 tahun bila diperhatikan dari kulit wajahnya yang mulai kasar, dan jejak kumis yang dicukur seadanya. Ia datang dari tempat yang jauh dan sepertinya ia tak berhenti, meski hanya untuk mandi atau membersihkan wajahnya. Rambut hitamnya tampak kusam oleh debu dan sinar matahari, dan keringat membasahi kaos biru yang membalut tubuhnya yang kurus. Matahari tak terlalu panas hari itu, meski langit tampak begitu jernih. Tak bisa ku bayangkan alasan ia hanya mengenakan baju kaos dalam perjalanan yang cukup jauh. Lelaki itu terlalu sederhana bahkan lebih menyerupai seorang gembel yang kebingungan mencari tempat berteduh dengan rasa cemas agar tak di usir oleh orang-orang yang memandangnya dengan tatapan risih bahkan tak jarang penuh benci.

Ia semakin mendekat, namun satu hal yang sangat menarik perhatianku adalah sorot matanya. Ia memancarkan keteguhan dan kesungguhan dan ketenangan yang membingungkan jika kau menatapnya. Tatapan yang dingin seolah menembus j
... baca selengkapnya di Lorong Gelap Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, December 30, 2016

MEMAKNAI KEHILANGAN TANPA KAWATIR DAN RASA TAKUT

(Apresiasi Puisi “Kehilangan yang Kautakutkan,” oleh: Muhammad Asqalani Eneste)

"Janganlah kamu takut dan kawatir, Allah bersama kita." (Alquran)

Kematian adalah bagian dari gejala alam yang sampai saat ini "belum" direlakan untuk segera bersua. Artinya, jiwa manusia yang terangkum dalam wadah fisik insan, berusaha untuk berhindar dari kematian itu sendiri. Hal ini begitu normatif, kewajaran yang terungkap dari kepastian "takut" untuk tercerabut dari dunia nyata. Bahkan orang bunuh diri pun belum bisa dipastikan bahwa mereka berani dengan mati.

Kematian adalah sebuah kenyataan. Setiap jiwa yang hidup, pasti akan mengalamai mati. Siapa pun saja, baik yang ateis (tidak percaya Tuhan) ataupun yang teologis (percaya Tuhan), merasa dan menyadari bahwa pada saatnya nanti kematian akan menjemput. Tentu saja ada perbedaan dalam menghadapi kematian, hal ini nampak jelas pada manusia yang percaya Tuhan. Persiapan untuk kehidupan yang kekal (akhirat) menjadi prioritas, meskipun pola dan caranya tidak sama. Bahkan, sekalipun keyakinan yang kepura-puraan.

"Tiap-tiap (jiwa) yang bernafas akan mati." (Alquran)

Memaknai ketiadaan ---saya lebih condong pada arti mati, meskipun ketiadaan bisa bermetafor pada banyak keadaan--- menurut Muhammad Asqalani Eneste adalah seperti dalam puisi (narasi?) yang ia ciptakan. "Kehilangan yang Kautakutkan" adalah puisi otokomunika sebagai bentuk otokritik untuk membangun kontemplasi yang lebih jauh, mendalam, dan mengena. Tentang suatu ketiadaan yang akan menemui sunyi, senyap, dan hanya rasa sedih yang menyisakan tangis dan air mata.

"|Kehilangan yang Kautakutkan|" adalah judul puisi yang dimaksud oleh pemuisi sebagai individu kritik, atau lebih tepatnya sebagai nasihat pribadi yang berdampak positif pada kehidupan sosial. Mengapa harus takut ketika diri sudah siap dengan amaliah syar'i sesuai dengan kaidah Ilahi? Atau, jika kita tidak ingin "was-was" menghadapi mati (ketiadaan), hendaknya kita bersiap diri selagi kesempatan masih ada.

Makna yang lebih bias dari sekadar ketiadaan adalah kematian, juga meniscaya untuk memberikan pemahaman yang bernilai luas. Ketiadaan adalah segala bentuk kenafian arti hidup. Dekadensi moral, hilangnya harta benda, dan kosongnya segala bentuk kenikmatan merupakan arti bias dari ketiadaan.

"Dan sungguh Kami uji kamu sekalian dengan sesuatu, seperti rasa takut, lapar, dan hilangnya harta benda, jiwa, dan juga buah-buahan. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar." (Alquran)

"Saat aku kembali, ketuk tak ada lagi, jemari sebagai yang kehilangan arti, dan cinta jadi sepasang lengang yang terus memanjang."

Kembali ke hadirat Ilahi Robbi, adalah sebentuk kepastian tempat kembali. Maka tidak ada lagi amaliah (ketuk tak ada lagi), usaha tidak akan berdampak (jemari sebagai yang kehilangan arti), ketika kematian itu sudah tiba. Tertutup sudah pintu usaha untuk sesalan waktu yang terbuang percuma. Pada saat kematian telah tiba, cinta hanyalah sebuah angan, dan senyap datang berkepanjangan.

Bolehlah kita membangun cinta kasih selama hayat di kandung badan. Cinta terhadap istri, anak cucu, dan cinta terhadap harta benda. Namun, ketika kematian itu datang, maka segala bentuk cinta akan terputus, dan tinggallah amaliah yang akan menjadi "saksi" persoalan tangung jawab selagi hidup di dunia. Sudah siapkah kita?

"Simpan, hitam dan cekung kantung matamu, kesedihan tak memiliki nama selain tangis, apa yang tak mampu kaujangkau, biarlah tak sentuh. Tak sentuh."

Tidak ada gunanya gundah diungkapkan, sedih dinyatakan, dan tangis diruahkan (disimpan). Semua kembali kepada amal perbuatan kita di dunia. Jika amaliah kita lebih condong kepada kebaikan, maka kita akan menemui Tuhan dengan wajah berseri bak bulan purnama. Tetapi jika amal buruk yang lebih dominan, maka wajah sesal dan sesak napas jiwa menjadi penanda akan dampak buruk dari lelaku kita selama hidup. Dan takdir telah menjelma menjadi kenyataan hidup yang tak punya arti. Tempat yang seburuk-buruknya tempat (neraka), telah disiapkan untuk menjadi penebus keserakahan dalam kehidupan dunia.

Saudara dan sanak kadang telah terpisahkan. Dekat tapi jauh, dan jauh tetapi begitu dekat. Tidak bisa dijangkau, dan tak mungkin untuk disandingkan. Maka, biarkan saja "tak sentuh. Tak sentuh." Hal yang sangat mustahil untuk tetap berlabuh di kehidupan yang sama. Yang satu dalam kehidupan dunia, dan yang lain pun di dunia lain (akhirat). Tentu, biarkan saja hal yang tak mungkin bisa tersentuh oleh kondisi jiwa yang tak sama. "Cekung kantong matamu" adalah bentuk kesedihan yang begitu akut, tersebab oleh ketiadaan, kematian, atau perpisahan karena ketiadaan/kematian.

"Jika ada sebersit doa, tak pernah kuharap kauanggit, jika tadah bukan tabah, jika Allah bukan sebagai sandaran hayah."

Bait ini membuat saya ambigu, pada serapan makna yang pasti. Umumnya, orang yang sudah meninggal berharap banyak doa dari yang masih hidup. Entah, mengapa Asqalani tidak berharap raupan doa (....serbersit doa, tak pernah kuharap kauanggit). Meskipun bisa niscaya,..

Di balik makna lain bisa berbias pada frase asindeton, yaitu penghilangan kata penghubung yang seharusnya ada untuk kesempurnaan kalimat yang efektif.

"Jika ada sebersit doa, (yang) tak pernah kuharap kauanggit, (karena tidak diucapkan dengan ikhlas), (atau) jika tadah (doa) bukan tabah (tulus), jika Allah bukan sebagai sandaran hayah (hidup)." Maka senarai doa yang seperti itu tidak pernah kuharap. Namun, jika doamu bernilai surga (tulus dan ikhlas), tentu hal tersebut adalah sepenuh harap.

"Sadar sayang, pingsanmu bukan karena tertimpa batang pisang di seberang nisan, tapi biji aku yang tak dapat lagi kausemayam."

Sadar sayang (istri/anak?), kesedihan dan tangis yang telah melanda kamu saat ini, bukan karena hal lain selain saatnya telah tiba (kematian). Tetapi, lebih dikarenakan karena jiwaku (biji?) telah terpisah dari raga. Dan itu artinya, kalian tidak bisa lagi menjalin kebersamaan denganku. Engkau di alam dunia dan aku di alam akhirat. Tentu, perbedaan ini tidak akan memberikan ruang untuk saling berinteraksi.

Harapan untuk menjalin cinta hanyalah sebuah kenangan. Tidak lebih, ketika dua jiwa saling berseberangan. Ketiadaan adalah kematian yang akan memisahkan dua jiwa, meskipun tetap saling menyinta.

"Cinta ternyata jarak, selamanya ada yang mengukur di sisa-sisa umur, bahkan cinta yang timbun bersama embun di pagi kubur.
Mirza Ovler 2015"

Sebesar apa pun cinta, ketika perpisahan telah tiba saatnya (kubur?), maka timbunan cinta hanya bermuara pada doa-doa, di pagi hari saat embun menitikkan kesedihan.

Meski telah terukir laksa cinta, hakikat takdir telah menjelma menjadi sebentuk tangis dan kesedihan. Maka, biarlah kita belajar dari ketiadaan, belajar dari kematian, dan belajar dari tangis dan kesedihan. Memaknai ketiadaan menjadi kicau irama doa, agar kita menjadi insan yang begitu sempurna untuk menyambutnya (mati/ketiadaan).

Tentu, tafsir dan apresiasi puisi ini jauh dari sempurna, terlebih lagi kesempurnaan itu milik Yang Maha Sempurna. Maka, kepastian makna juga ada pada pemuisi (Muhammad Asqalani Reborn), tentu saya berharap maaf jika apa yang saya ungkap tidak sesuai dengan imaji, maksud, dan kehendak yang semestinya. Semoga, apresiasi ini menjadi bagian dari ragam tafsir yang menuangkan manfaat. Hazanah pustaka yang bermuara pada hikmah (manfaat).
Salam semangat, dan hidup dalam karya yang hebat. Aamiin!


Monday, December 26, 2016

Dilahirkan 2 Kali

Dilahirkan 2 Kali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang Yahudi yang lolos dari hukuman tentara Nazi berkisah tentang hidupnya:

Tak ada kata yang bisa mengungkapkan secara penuh pengorbanan yang diberikan ibuku kepadaku anaknya yang bungsu. Masih sangat jelas peristiwa saat itu di benakku. Ketika itu aku berumur 19 tahun. Saya beserta begitu banyak orang Yahudi lainnya sedang digiring dan dibawa ke kamp konsentrasi. Kami tahu dengan amat pasti bahwa hari-hari hidup kami kini telah mencapai ujungnya. Kami dibawa untuk menemui ajal kami entah di mana.

Beberapa grup orang Yahudi yang lain telah kami lewati. Kami juga tahu bahwa kelompok yang baru kami lewati ini akan tetap menetap dalam ghetto, mereka tak akan menemui nasib sebagaimana akan segera kami terima.

Ketika aku melewati tempat di mana ibuku sedang berdiri, saat di mana kami tidak diperhatikan oleh tentara Nazi, ibuku memberikan kartu namanya kepadaku, mendorong aku ke samping lalu menempati barisanku.

Walaupun hal ini terjadi lebih dari 50 tahun yang silam, namun aku tak akan lupa setiap kata yang pernah ia ucapkan saat itu: "Anakku, aku telah hidup cukup lama. Engkau harus bertahan hidup, karena engkau masih terlampau muda."

Demikian bisik ibuku. Dan sejak saat itu aku tak pernah melihatnya lagi. Hampir semua anak dilahirkan cuman sekali. Tapi aku dilahirkan dua kali oleh ibu yang
... baca selengkapnya di Dilahirkan 2 Kali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1